Image result for budaya patani pasca 1902

Pengenalan :

Budaya Melayu Patani pasca 1902 adalah budaya yang terbuka tanpa dipimpin. Keterbukaan itulah yang menyebabkan kebudayaan Melayu Patani menjadikan anak bangsanya sendiri tidak mengenali yang mana budaya Melayu Patani dan yang mana budaya bangsa asing, kerana terdididik dibawah dasar pendidikan kebangsaan Siam.
Keterbukaan inilah sebagai salah satu khasanah budaya Melayu Patani sekarang bercampor aduk dengan budaya bangsa asing yang dibawa sendiri oleh anak-anak Patani. Sebab itu, orang melayu Patani beranggapan bahwa budaya Melayu Patani bagaikan pelangi atau taman bunga yang penuh warna warni, ada budaya Arabnya, budaya Bangldeshnya, budaya Siamnya dan sebagainya. Sedangkan khasanah budaya Melayu Patani sarat dengan nilai-nilai “jatidiri” kemelayuan Patani yang asli yang memiliki pakaian budaya Melayu Patani yang indah dan cantik mata memandangnya.
Budaya Melayu Patani menjadi simbol (lambang) dan falsafah pertuanan bangsa asal penduduk Patani. Khazanah budaya Melayu Patani yang bernilai itu dapat disimak kembali dari cara berpakaian, alat dan kelengkapan upacara kebudayaan, dari alat dan kelengkapan pakaian Melayu, dari bentuk dan ragam hias rumah, dari alat dan kelengkapan ruamah tangga, dari ungkapan-ungkapan budaya (pepatah melayu lama, bidalan, ibarat, perumpamaan, pantun, gurindam, seloka, syair dll).
Dari sisi lain, keterbukaan budaya Melayu Patani tidaklah bermakna “terdedah tanpa penapis”, sebab adat budaya Melayu Patani menjadi salah satu penapis utama dari pengaruh unsur-unsur negatif budaya bangsa asing adalah ditapis nilai-nilai Islam anutan warga Parani yang senantiasa menyaring dan membersihkan setiap unsur budaya bangsa asing yang masuk ke Patani secara Islami.
Kempin berpakaian buday Melayu Patani di hari raya ini dan hari-hari kebesaran agama dan majlis tertentu sangat patut dan layak kita generasi sekarang menghidup dan memperkasakan pakaian kebudayaan bangsa kita sendiri, agar kita tidak ”Manjadi Kacang Lupakan Kulitnya”

Diperoleh daripada sumber : https://www.facebook.com/428437300688981/posts/pakaian-melayu-patanibudaya-melayu-patani-pasca-1902-adalah-budaya-yang-terbuka-/488816031317774/

Nurul Syakilla Binti Anuar merupakan sukarelawan yang akan melaksanakan Misi Jelajah Patani pada 6-21 Ogos 2019 sebagai AJK Kajian dan juga merupakan Exco Kajian Dan Intelektual dalam Grup Sukarelawan Darul Ehsan.


Post a Comment

Previous Post Next Post